logo blog

Benarkah atmosfer bumi Itu ikut berotasi?

Benarkah atmosfer bumi Itu ikut berotasi?

Benarkah atmosfer bumi Itu ikut berotasi?

Benarkah atmosfer bumi Itu ikut berotasi? - Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa.
Disaat kita me sebuah monaiki sebuah motor yang sedang melaju dengan kecepatan 60 km/jam, kemudian kita merentangkan tangan kiri kita, bagaimana hembusan anginyang kita rasakan? Tentu kita merasakan betapa kencang hembusan angin yang menimpa tangan kita tersebut. Hembusan angin ini lebih kita rasakan pada saat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mengapa kita merasakan hembusan angin? Ini tentu saja karena udara di sekitar  motor yang kita kendarai tidak ikut bergerak.

Misalkan udara atau atmosfer tidak ikut berotasi sewaktu bumi berotasi pada sumbunya. Keliling bumi di khatulistiwa adalah 40 000 km, sedangkan untuk satu kali rotasi (period rotasi) diperlukan waktu hingga 24 jam. Karena itu, kelajuan rotasi di khatulistiwa adalah v= 40 000 km/24 jam = 1667km/jam. Ini berarti bahwa orang yang berdiri di khatulistiwa akan merasakan hembusan angin dengan kelajuan 1667 km/jam jika atmosfer tidak ikut berotasi. Mampukah orang bertahan berdiri menghadapi kelajun angin sebesar ini? Tentu saja tidak. Nah. Berarti Dapat kita disimpulkan bahwa atmosfer yang menyelubungi bumi dapat berotasi.

Dikarnakan bentuk bumi bulat, maka kelajuan rotasi di khatulistiwa berbeda dengan lintang-lintang yang lainnya, misalnya 500 LU. Makin jauh dari khatulistiwa, makin kecil keliling lingkaran (irisan bola datar) tempat orang berpijak. Karena periode rotasi tetap, maka kelajuan rotasi berkurang (ingat kelajuan rotasi = keliling lingkaran dibagi periode rotasi). Bahkan, jika kita berdiri tepat di Kutub Utara atau titik Kutub Selatan, maka kita akan berotasi (berpusing) di tempat kita berdiri selam 24 jam kurang  menit dalam satu kali rotasi putaran.

Bukan hanya molekul udara yang ikut berotasi saja, tetapi benda lain pun juga ikut berotasi. Misalnya sebuah helicopter pada ketinggian tertentu diam di satu tempat. Jika ada gaya horizontal luar yang bekerja pada helicopter, maka helicopter itu akan tetap di tempat tersebut (tidak berpindah). Jadi, tidak berlaku pendapat bahwa:naikkan saja helicopter kita, kemudian diam, dank arena bumi berotasi, maka Benua Afrika, Benua Amerika akan lewat di bawah kita dan dalam waktu sehari kita akan kembali ke tempat semula. Pendapat ini hanya benar jika helicopter tidak ikut berotasi.





Bagikan Artikel ini:

your comments
Copyright © 2016. KAFI NKCL - All Rights Reserved